Udah Tahu Belum? 6 Obat Ini Tak Batalkan Puasa!

Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajibkan bagi umat Islam. Pada bulan ini pula, umat Islam harus menahan diri dari nafsu makan dan minum, serta hawa nafsu lainnya, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu, mereka mungkin memerlukan pengobatan selama bulan Ramadhan. Ada beberapa jenis obat yang memang tidak membatalkan puasa, sehingga dapat dikonsumsi tanpa khawatir. Apa saja jenisnya ya Sobat Vero?

Obat Jenis suntikan

Ada berbagai macam obat yang diberikan dalam bentuk suntikan. Cara dan tempat penyuntikannya pun bermacam-macam. Mendapatkan obat melalui suntikan tidak membatalkan puasa loh Sobat Vero, karena cara memasukkan obatnya tidak sama dengan makan dan minum.

Sempat ada perdebatan tentang memasukan obat ke dalam tubuh melalui suntikan, tapi selama memasukan obat ke tubuh bukan bermaksud sebagai pengganti makanan atau minuman maka tidak membatalkan puasa seperti dilansir dari Tirto.id pernyataan tersebut dijelaskan oleh Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh as-Sunah.

Lalu dijelaskan pula oleh National Health Service, suntikan dibagi menjadi beberapa jenis. Suntikan subkutan: yang diberikan tepat di bawah permukaan kulit. Suntikan intramuskular: yang disuntikkan ke otot dan suntikan intratekal: yang dimasukkan ke sekitar sumsum tulang belakang.

Obat Jenis Inhalansia

Inhalansia ialah zat yang dihirup melalui hidung atau mulut. Obat ini diserap ke dalam aliran darah dengan sangat cepat. Mengutip dari laman The Department of Health and Aged Care, ada empat jenis utama inhalansia: Pelarut yang mudah menguap. Semprotan aerosol. Gas. Nitrit. Contoh obat yang digunakan melalui inhalasi adalah obat asma.

Obat jenis ini tidak membatalkan puasa karena penggunaan obatnya langsung masuk ke paru-paru bukan ke saluran pencernaan makanan.

Obat Jenis Transdermal patch

Untuk orang yang tidak bisa mendapatkan obat secara oral atau suntikan, transdermal patch mungkin merupakan pilihan yang lebih nyaman. Patch atau koyo ini mengirimkan obat ke tubuh melalui kulit, menurut Healthline.

Transdermal patch digunakan untuk mengirimkan berbagai obat ke dalam tubuh. Beberapa obat yang lebih sering digunakan dalam bentuk patch, antara lain: Fentanyl untuk menghilangkan rasa sakit, Nikotin untuk membantu berhenti merokok, Clonidine untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Transdermal patch adalah obat yang mudah digunakan. Namun, agar dapat bekerja dengan baik, penting untuk menggunakannya dengan benar.

Obat Tetes Mata

Tetes mata adalah larutan cair yang diberikan ke mata melalui tetesan. Tetes mata sering kali bersifat obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kondisi mata, cedera mata, dan alergi yang mempengaruhi mata. Tetes mata tidak membatalkan puasa karena mata bukanlah saluran tempat masuknya makanan dan minuman. Obat ini juga langsung meresap ke mata dan tidak mengalir ke kerongkongan.

Obat Tetes Telinga

Obat tetes telinga adalah obat cair yang dimasukkan ke dalam saluran telinga. Beberapa obat tetes telinga dijual secara bebas. Sebagian lainnya hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Mengutip dari Cleveland Clinic, obat tetes telinga biasanya diberikan untuk mengatasi kondisi telinga tertentu, seperti: Infeksi telinga bagian dalam, infeksi telinga luar, otitis eksterna, penyumbatan kotoran telinga, telinga gatal dengan atau tanpa eksem, keluar cairan dari telinga dan telinga terasa penuh.

Sama seperti obat tetes mata, obat tetes telinga juga bukan obat yang akan tertelan dan masukkan bukan melalui jalur makan atau minum.

Salep

Salep merupakan obat topikal yang diberikan dengan cara dioleskan langsung ke kulit. Seperti dilansir Health Central, mengoleskan obat ke kulit atau selaput lendir memungkinkan obat masuk ke dalam tubuh dari sana.

Obat berbentuk salep biasanya digunakan untuk mengobati nyeri atau masalah lain di bagian tubuh tertentu. Salep juga dapat digunakan untuk menutrisi kulit dan melindunginya dari bahaya. Beberapa salep digunakan untuk pengobatan lokal, dan ada pula yang dimaksudkan untuk memengaruhi seluruh tubuh setelah diserap melalui kulit.

Jadi, meskipun sedang berpuasa, bukan berarti kamu harus menghentikan seluruh pengobatan. Untuk obat yang diberikan dengan cara di atas, penggunaannya tidak akan membatalkan puasa kok Sobat Vero!