The Monkey’s Paw, Cakar Monyet Ajaib

Di Inggris ada cerita tentang cakar monyet yang bisa mengabulkan permintaan. Seperti apa ceritanya? Yuk, kita simak!

Suatu malam, Tuan White bermain catur dengan anaknya, Herbert. Sementara Nyonya White merajut di dekat perapian. Tuan White lalu kedatangan teman lamanya yang bernama Morris, seorang tentara Angkatan Darat Inggris yang berpangkat sersan mayor dan bertugas di India. 

Saat makan malam, Morris cerita tentang cakar monyet ajaib yang dia bawa dari India. Cakar monyet yang dimumikan itu dia dapatkan dari seorang dukun di India, dan dukun tersebut sudah menaruh mantra pada cakar monyet itu. Makanya, cakar monyet itu bisa mengabulkan tiga permintaan. Namun, setiap permintaan yang dikabulkan oleh cakar monyet itu memiliki konsekuensi yang mengerikan. Itu karena kehidupan setiap orang sudah diatur oleh nasib, sehingga jika berani mengubah nasib dengan bantuan ilmu hitam akan ada hukumannya.  

Morris sebenarnya sedang mempertimbangkan untuk menjual cakar monyet itu karena dia pernah memiliki pengalaman mengerikan saat menggunakan cakar monyet itu. Tapi di lain sisi dia nggak ingin cakar monyet itu menimbulkan masalah lebih dari yang sudah terjadi. Morris akhirnya melemparkan cakar monyet itu ke dalam perapian. 

Namun Tuan White mengambil kembali cakar monyet itu karena dia penasaran. Lalu, atas saran Herbert, Tuan White meminta uang sebanyak 200 pound pada cakar monyet itu yang akan dia pakai untuk melunasi kredit rumahnya. Ketika Tuan White menyampaikan keinginannya, tiba-tiba Tuan White menjatuhkan cakar monyetnya. Herbert dan Nyonya White pun heran melihat Tuan White melakukan itu. Tuan White lalu menjelaskan kalau dia terkejut karena cakar monyetnya tadi bergerak dan berputar seperti ular. Namun Herbert maupun Nyonya White nggak percaya dengan penjelasan Tuan White.

Keesokan harinya, keluarga White sarapan bersama sambil menebak-nebak apakah permintaan mereka ke cakar monyet semalam benar terkabul atau enggak. Setelah sarapan, Herbert kemudian pamit kerja. Sementara Tuan White masih memikirkan bagaimana cara dia akan mendapatkan uang 200 pound yang dia minta semalam.

Malamnya, rumah keluarga White didatangi oleh dua orang yang berpakaian rapi. Ternyata mereka adalah perwakilan dari perusahaan tempat Herbert bekerja. Mereka lalu memberi tahu Tuan dan Nyonya White bahwa Herbert terpeleset jatuh ke dalam mesin yang menyebabkan tubuhnya terpotong-potong dan tewas seketika. Mereka juga menyampaikan bahwa perusahaan nggak bertanggung jawab atas insiden tersebut, namun perusahaan akan tetap memberikan uang kompensasi kepada keluarga yang ditinggalkan sebanyak 200 pound. Tuan White pun sadar kalau permintaannya ternyata benar-benar dikabulkan oleh cakar monyet itu. Namun konsekuensinya dia harus kehilangan nyawa Herbert.

Seminggu setelah pemakaman Herbert, Nyonya White memaksa suaminya untuk menggunakan cakar monyet ajaib. Nyonya White yang marah dan sedih karena kehilangan Herbert ingin meminta putranya itu hidup kembali. Tuan White awalnya menolak dan mengatakan kepada istrinya bahwa kematian Herbert dan 200 pound yang mereka terima nggak ada hubungannya dengan permintaannya pada malam sebelumnya. Namun Nyonya White nggak peduli dan terus memaksa sampai akhirnya Tuan White menuruti permintaan istrinya itu. Tuan White kemudian membuat permintaan agar Herbert hidup kembali walau dia sangat nggak nyaman saat memikirkan potongan tubuh putranya.

Malam harinya, terjadi mati lampu di rumah keluarga White. Lalu, terdengar ketukan di pintu masuk rumah. Nyonya White pun bergegas menuju pintu karena dia yakin itu Herbert, namun Tuan White menahannya. Tuan White memohon pada istrinya untuk nggak membuka pintu itu, namun Nyonya White nggak mau mendengarkan permintaan suaminya. Dalam gelap Nyonya White terus meraba-raba mencari kunci, putus asa untuk membuka pintu. 

Sementara Tuan White yang ketakutan kalau yang ada di balik pintu bukanlah putra yang dicintainya langsung berlari naik ke kamarnya dan mencari cakar monyetnya yang jatuh ke lantai. Saat Nyonya White akhirnya berhasil menemukan kunci dan membuka pintu, Tuan White menemukan cakarnya dan membuat permintaan terakhir. Ketukan di pintu pun berhenti, dan Nyonya White berteriak histeris. Tuan White lalu berlari menghampiri istrinya, tapi dia hanya melihat jalanan yang kosong di balik pintu. Nggak ada siapa pun di sana. 

Apakah Nyonya White menghilang karena permintaan Tuan White?

Untungnya, The Monkey’s Paw ini hanya sebuah fiksi yang ditulis oleh penulis asal Inggris bernama W. W. Jacobs. Walau fiksi, cerita ini mengajarkan kita untuk berhati-hati dengan apa yang kita minta karena kita mungkin akan kehilangan sesuatu atau seseorang yang kita cintai sebagai konsekuensinya. Cerita ini juga mengajarkan kita untuk nggak mengubah nasib dengan bantuan ilmu hitam.