Kisah nyata “Catatan Hati Perempuan” menghadirkan episode terbarunya dengan judul “Janin Tewas Tersandra Tukang Ayam Culas”. Mengangkat sebuah cerita perempuan yang harus menghadapi kondisi bahwa bayinya diculik namun ternyata fakta berkata lain.
YULI merasa hidupnya mencapai titik bahagia setelah menikah dengan HILMAN, seorang pengusaha ayam potong lokal yang semula tampak jujur dan bertanggung jawab. Ia rela meninggalkan pekerjaannya sebagai staf administrasi, mengabdikan diri sepenuhnya sebagai istri dan calon ibu. Rumah yang mereka tinggali—hasil jerih payah Yuli sendiri sebelum menikah—adalah simbol cinta, harapan, dan awal baru yang ia impikan.
Namun kebahagiaan itu tak pernah benar-benar datang. Usaha ayam potong milik Hilman mulai merugi. Penjualan menurun drastis. Dalam keputusasaan, Hilman nekat menjual ayam tiren—ayam mati yang disulap agar terlihat segar. Ia memaksa Yuli membantunya. Tapi Yuli menolak, karena tidak mau menipu pembeli. Penolakan itu bukan hanya menyinggung ego Hilman, tapi juga memperuncing ketegangan dalam rumah tangga mereka. Hilman mulai berubah: kasar, mudah meledak, penuh curiga.
Masalah makin bertambah ketika KARIN, ibu kandung Hilman, pindah tinggal bersama mereka. Berniat “membantu,” Karin justru menjadi sumber racun baru. Ia memihak penuh pada Hilman dan terus menyudutkan Yuli. Baginya, Yuli bukan istri yang patuh. Karin juga mencampuri cara Yuli merawat bayi, mengatur keuangan, bahkan merendahkan status Yuli sebagai mantan perempuan karier yang kini hanya “nongkrong di dapur.”
Dalam tekanan tersebut, Yuli berusaha tetap waras demi bayinya. Namun segalanya runtuh pada satu siang yang tampak biasa. Yuli pergi sebentar ke warung. Saat itu, bayinya terus menangis di rumah. Hilman—yang baru saja mengalami kerugian besar dari pembeli yang menolak ayamnya—merasa frustasi. Tangisan bayi itu jadi seperti cambuk bagi pikirannya yang sudah goyah. Dalam ledakan amarah dan tanpa kendali, Hilman mengguncang tubuh mungil bayinya terlalu keras hingga tangisan itu berhenti dan bayi tak bergerak. Mati.
Baca Juga: Sinopsis Catatan Hati Perempuan Episode 54 Terbaru Sabtu, 14 Juni 2025: Tanam Susuk Menjadi Mimpi Buruk
Hilman panik. Ia lalu memanggil Karin. Keduanya syok, bingung, ketakutan. Tapi bukan empati yang muncul—melainkan insting untuk menutupi kesalahan. Karin dengan tenang menyusun skenario: bayi dinyatakan diculik. Jenazah dikubur diam-diam di bawah kandang ayam di halaman belakang. Karin menanamkan satu alasan kuat di kepala anaknya: “Kalau kamu masuk penjara, Yuli akan hancur. Rumah ini juga bisa jatuh ke tangan dia.” Dalam keterdesakan dan rasa takut, Hilman menurut.
Untuk memperkuat alibinya, Karin dan Hilman lalu mengacak-acak rumah sambil kemudian saling melukai satu sama lain hingga membuat wajah dan tubuh mereka terlihat luka parah. Mereka lalu bilang jika mereka sudah berusaha melawan penculik. Namun mereka malah dihajar penculik sampai tak berdaya.
Ketika Yuli pulang dan mendengar bahwa bayinya “hilang” diculik, Yuli jadi syok berat. Yuli pun menangis, menjerit dan gemetaran. Tapi luka itu justru diperparah ketika Hilman dan Karin balik menyalahkannya—menuduhnya lalai dan egois karena meninggalkan bayi hanya demi belanja. Polisi dilibatkan, warga ikut mencari, tapi tanpa petunjuk, kasus mengambang. “Penculik” tak pernah ditemukan.
Apa yang akan terjadi pada Yuli usai kehilangan bayinya dan disalahkan oleh suami dan mertuanya? Bagaimana kisah pilu Yuli selengkapnya? Saksikan “Catatan Hati Perempuan” jam 21.00 WIB di ANTV!
