Profil Sukanto Tanoto, Miliarder RI yang beli mall Rp.9,4 T Di Singapura

Miliarder Indonesia Sukanto Tanoto membeli Tanglin Mall di kawasan Orchard Road, Singapura. Ia merogoh kocek US$645 juta atau Rp9,4 triliun (kurs Rp 14.724 per dolar AS) untuk membeli mal tersebut.
Tanoto membeli Tanglin Mall melalui perusahaan miliknya bernama Pacific Eagle Real Estate. Perusahaan ini merupakan bagian dari grup Royal Golden Eagle (RGE) milik keluarga Tanoto.

Kabar pembelian mal ini mencuat pertama kali dari pemberitaan di Forbes pada Februari 2022 lalu. Kini, Tanglin Mall masuk dalam daftar aset properti yang terpampang di situs resmi Pacific Eagle Real Estate.

“Pusat Perbelanjaan Tanglin adalah salah satu landmark ritel paling awal di Singapura dan menempati lokasi yang menonjol tepat di sebelah Hotel St. Regis di kantong Orchard Road,” kata Direktur Pacific Eagle Sun You Ning yang berbasis di Singapura, dikutip dari Forbes, Kamis (27/4).

Pusat perbelanjaan yang dibangun pada 1970-an ini berlantai 12 dan terletak di sebidang tanah hak milik seluas 68.512 kaki persegi.

Lokasinya di sepanjang Jalan Tanglin dan Jalan Cuscaden sangat dekat dengan pusat medis terkenal, seperti Pusat Medis Camden dan Rumah Sakit Gleneagles.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Sukanto Tanoto?

Sukanto Tanoto lahir di Medan, Sumatra Utara pada 25 Desember 1949. Ia merupakan putra dari sepasang perantau asal Putien yang merupakan salah satu kota di Fujian, China.

Tanoto adalah anak sulung dari tujuh bersaudara. Ia dididik di sekolah berbahasa Mandarin dan tidak pernah belajar Bahasa Indonesia secara formal. Tapi, kini ia fasih berbahasa Indonesia.

Sukanto Tanoto dikenal sebagai Pendiri sekaligus Chairman RGE. Namun, karier bisnisnya sudah dimulai sejak 1967 sebagai pemasok suku cadang dan pengusaha di bidang jasa konstruksi untuk industri minyak.

Baru pada 1973 RGE berdiri dengan fokus bisnis kayu lapis. Seiring berjalannya waktu, gurita bisnis RGE meluas hingga kancah global.

Mengutip situs resmi perusahaan, lini bisnis terkemuka RGE, antara lain di bidang industri pulp dan kertas (APRIL dan Asia Symbol), minyak kelapa sawit (Asian Agri dan Apical), serat viscose (Sateri dan Asia Pacific Rayon), selulosa khusus (Bracell), serta pengembangan sumber daya energi (Pacific Oil & Gas).

Wilayah operasi RGE ada di Indonesia, China, Brasil, Spanyol, dan kantor-kantor pemasaran lainnya di banyak negara di seluruh dunia.

Selain masyhur karena bisnis, Tanoto terkenal dengan program Tanoto Foundation. Gerakan filantropi itu didirikan keluarga Tanoto sejak 1981.

“Saat ini, yayasan berkontribusi di Indonesia, China, dan Singapura, serta aktif menjalin kemitraan dengan beragam institusi akademis dan riset terpandang,” tulis penjelasan di situs Tanoto Foundation.

Di lain sisi, Tanoto merupakan anggota Dewan Internasional INSEAD, Dewan Pengawas Wharton, serta Dewan Eksekutif Wharton untuk Asia. Ia juga tercatat sebagai penerima Wharton School Dean’s Medal Award, yakni pengakuan atas kontribusinya terhadap perluasan ekonomi global dan peningkatan taraf hidup di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *