Debat Perdana Capres 2024 Digelar Malam Ini, Berikut Profil 11 Panelis

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menentukan 11 nama panelis untuk debat perdana capres dan cawapres di Pilpres 2024 yang akan digelar pada hari ini, Selasa (12/12). Sebanyak 2.120 personel gabungan disebar dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Taman Suropati untuk pengamanan debat perdana capres-cawapres di Kantor KPU, Selasa, (12/12).

“Pagelaran pasukan akan kami mulai dari Bundaran HI, Bundaran HI kemudian nanti di perempatan Agus Salim dengan Imam Bonjol, Kemudian juga perempatan Imam Bonjol dengan Diponegoro juga Cokroaminoto sampai nanti ke Taman Untung Suropati, Personel yang disiagakan di sejumlah titik itu tak hanya sekedar melakukan pengamanan semata. Tetapi juga mengatur arus lalu lintas. kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro.

Sobat Vero mayoritas panelis merupakan akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Berikut profil singkat 11 nama panelis debat capres-cawapres Pilpres2024:

  1. Mada Sukmajati

Mada saat ini merupakan Ketua Program Studi Sarjana Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM. Minat Kajiannya meliputi Partai Politik, Tata Kelola Pemilu, Parlemen, dan Kebijakan Publik.

  1. Rudi Rohi

Rudi merupakan dosen S1 Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana. Ia menduduki jabatan fungsional sebagai lektor. Pria kelahiran Kupang ini mengenyam pendidikan S1 di Universitas Janabadra, Yogyakarta. Ia lulus dengan gelar Sarjana Hukum pada 2004.

  1. Lita Tyesta

Perempuan kelahiran 26 September 1960 ini memiliki nama panjang Lita Tyesta Addy Listya Wardhani. Ia saat ini merupakan dosen program studi Kenotariatan di Universitas Diponegoro (Undip).

  1. Khairul Fahmi

Khairul merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas. Ia menamatkan pendidikan S1 dan S2 di tempatnya saat ini bekerja. Tak hanya sebagai pengajar, Khairul juga berprofesi sebagai advokat. Ia juga merupakan anggota KPU Kabupaten Agam pada 2007-2008 silam.

  1. Agus Riewanto

Agus merupakan pengajar di Fakultas Hukum, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Karier Agus di dunia akademik pun sudah malang melintang. Ia tercatat sebagai Tim Ahli Pemeriksa Sengketa Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham RI) pada 2017 hingga kini.

  1. Susi Dwi Harijanti

Ia merupakan Ketua Kelompok Kerja Reformasi Sektor Peraturan Perundang-undangan Tim Percepatan Reformasi Hukum yang dibentuk Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

  1. Bayu Dwi Anggono

Bayu Dwi Anggono merupakan dosen sekaligus guru besar dalam bidang Ilmu Perundang-undangan di Universitas Jember (UNEJ). Dilansir dari laman resmi Unej, saat ini Bayu menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum di universitas tersebut. Selain itu, dia Bayu juga adalah Sekjen Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (AP HTN-HAN).

  1. Ahmad Taufan Damanik

Ahmad Taufan Damanik dikenal sebagai Ketua Komnas HAM periode 2017-2020. Sebelum memimpin lembaga itu, Taufan adalah dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara dari tahun 1987 hingga 2016.

  1. Al Makin

Al Makin merupakan akademisi sekaligus sosiolog di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang fokus dalam studi keagamaan. Dilansir dari laman resmi UIN Sunan Kalijaga, Al Makin menjabat sebagai rektor di kampus tersebut sejak 2020 hingga 2024.

  1. Gun Gun Heryanto

Nama Gun Gun kondang sebagai analis politik kontemporer. Wajah maupun pandangannya kerap menghiasi banyak media massa terkait isu-isu politik kontemporer. Gun Gun saat ini merupakan pengajar di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarief Hidayatullah Jakarta. Dia adalah alumni S1 IAIN Sunan Kaliajaga Yogyakarta, lalu mengambil S2 di Universitas Indonesia (UI), sebelum kemudian melanjutkan S3 di Universitas Padjajaran (Unpad).

  1. Wawan Mas’udi

Dia adalah lulusan Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2000. Wawan kemudian melanjutkan magister di Department of Political Science and Management, Study if Management, Agder University College, Norway (2006), dan lalu meraiu gelar doktor (Ph.D) di Asia Institute, Faculty of Arts at the University of Melbourne, Australia (2016).