Sobat Vero pasti sudah sempat mendengar kisah seorang guru olahraga bernama Ali Fatkur Rohman di Madrasah Aliyah (MA) di Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Demak, JawaTengah yang dibacok murid laki-lakinya berinisial MAR. Apamotif pelaku sebenarnya? Simak selengkapnya di bawah ini.
Awalnya, para guru termasuk Ali Fatkur Rohman sedangmempersiapkan Ujian Tengah Semester di sekolah tersebut.UTS itu dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB di ruang 1-6 dengan diawasi oleh masing-masing guru pengawas. Namundikarenakan pelaku belum menyelesaikan tugas persyaratankenaikan kelas, ia tidak bisa mengikuti UTS tersebut danmerasa sakit hati dengan perkataan sang korban.
Sekitar pukul 09.00 WIB, pelaku mengambil sabit yang tersimpan di belakang lemari rumahnya denganmenyelipkannya di pinggang belakang tertutup baju seragam. Lantas MAR, 17 tahun, itu langsung kembali ke sekolahuntuk bertemu dengan korban. MAR langsung memarkirkansepeda motornya saat melihat guru olahraga tersebut ada di ruang 5.
Sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku menghampiri guru Ali dengan mengucap salam “Assalamualaikum” dan dijawaboleh guru Ali “Waalaikumsalam” dengan posisi duduk menghadap ke para murid. Tanpa basa-basi, pelaku MAR mendekati guru Ali dan membacoknya sebanyak tiga kali. Dua kali pada bagian leher dan satu kali mengenai lengan kiriguru Ali. Usai melakukan aksi kejinya, pelaku MAR larikeluar dari ruangan mengambil sepeda motornya lalu pergimeninggalkan sekolah.
Kapolsek Kebonagung, AKP Suwodo, memberi keteranganadanya tiga atau empat siswa yang pingsan melihat peristiwakeji tersebut. Hal itu membuat pihak kepolisian harusmenolong guru yang terluka dan sejumlah siswa yang pingsan.
Korban yang dibacok langsung dibawa ke Rumah SakitGubug dan kemudian dilarikan ke RSUD Dr KariadiSemarang. Kepala Tata Usaha Sekolah, Aenul Ibad, mengatakan bahwa korban sempat kritis dan kini korban sudah sadar meski belum bisa diajak bicara.
Motif tindakan pelaku yang keji itu terjadi karenaketidakpuasan terhadap hasil Penilaian Tengah Semester (PTS) yang kurang memuaskan. Selain itu, pelaku diketahuisering bolos dari sekolah. Pelaku pembacokan itu pun akhirnya tertangkap.
Anak sekarang ada saja ya Sobat Vero, padahal pembolos tapibisa-bisanya melukai gurunya sendiri di sekolah gara-garanilainya jelek!