Jangan Nakal! Ini 5 Alasan Larangan Menikah Usia 18 Tahun

Jika ada orang sekitar yang ingin menikah di usia muda, bahkan belum cukup umur segera sarankan untuk mengurungkan niatnya. Hal ini bukan tanpa alasan Sobat Vero, menikah di usia yang sangat muda akan berisiko terutama bagi para perempuan.

Indonesia jadi salah satu negara yang melarang menikah di bawah 19 tahun, walau bagi beberapa pihak usia 19 tahun pun masih terlalu muda dan kurang ideal. Namun, setidaknya mereka yang sudah berusia 19 tahun dinilai lebih bisa dewasa secara fisik maupun mental.

Selain Indonesia, ada beberapa negara atau budaya yang juga melarang atau memiliki pembatasan ketika seseorang ingin menikah di usia 18 tahun atau lebih muda.

Ragam alasan adanya batasan usia menikah

Perlindungan anak

Hukum yang mengatur usia pernikahan bertujuan untuk melindungi anak-anak dari pernikahan yang terjadi terlalu dini, yang dapat mengganggu perkembangan mereka secara fisik dan psikologis.

Bagi pasangan yang belum cukup umur, bahkan di bawah batas usia menikah rentan menderita gangguan mental, seperti serangan kecemasan, bahkan bisa mengalami depresi.

Kesejahteraan anak

Menikah di usia yang sangat muda dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan pada ibu dan anak, serta risiko perceraian yang lebih tinggi, yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan anak.

Bagi seorang wanita khususnya, setelah menjadi istri pasti akan jadi ibu, jika tubuh seorang ibu belum siap, atau tidak ideal akan menyebabkan risiko kehamilan saat mengandung baik bagi sang ibu atau bagi anaknya kelak.

Bayi bisa lahir secara premature, dan sang ibu bisa berisiko menderita anemia dan preeklamsia yaitu peningkatan tekanan darah dan kelebihan protein dalam urine yang terjadi setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu dan kondisi tersebut bisa membahayakan ibu dan janin.

Belum lagi pada usia muda, baik istri atau suami belum siap secara finansial maka pertengkaran karena persoalan ekonomi tak bisa dihindari, akhirnya bisa berujung pada KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) atau perceraian.

Hilang kesempatan raih pendidikan tinggi

Menikah di usia muda seringkali menghambat peluang pendidikan seseorang. Pendidikan yang lebih lama dapat membantu seseorang mencapai potensi maksimalnya dalam kehidupan.

Jika kalian menikah ketika usia kalian 18 tahun, saat itu kemungkinan besar kalian masih duduk di bangku SMA (Sekolah Menengah Atas), kalian tidak bisa merasakan bangku perkuliahan atau bahkan tidak bisa meraih pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Labil soal kemandirian

Orang yang menikah di usia lebih muda mungkin belum siap secara emosional atau finansial untuk mengatasi tanggung jawab perkawinan. Saat seseorang belum bisa menanggung beban dirinya sendiri, jangan coba-coba bertanggung jawab memikul beban orang lain.

Sebelum menikah, pastikan terlebih dahulu kalian sudah mandiri dari segi mental maupun finansial, ketika kalian masih jadi tanggungan orangtua, jangan coba-coba menikah deh Sobat Vero.

Menghindari perkawinan paksa

Pembatasan usia pernikahan juga bertujuan untuk mencegah perkawinan yang terjadi tanpa persetujuan penuh dari kedua belah pihak yang akan menikah.

Bukan rahasia lagi, kalau masih ada saja perkawinan paksa di negera ini, entah itu karena janji atau hutang. Itu sebabnya, sebagai negara yang bertanggung jawab pada warganya, memberi batasan agar meminimalisir seseorang menikahkan anaknya yang masih di bawah umur secara paksa.

Penting untuk diingat alasan-alasan di atas dapat bervariasi berdasarkan budaya dan hukum di berbagai negara, dan beberapa negara mungkin memiliki aturan yang lebih ketat atau lebih longgar terkait usia pernikahan.

Perhatikan sekitar ya Sobat Vero, agar pernikahan di usia yang terlalu muda tidak terjadi, mari lindungi anak generasi penerus bangsa!